
Bagiamana mengatasi partner yang lagi ngambek? Ada banyak cara untuk membujuk partner. Bisa dengan pelukan, bunga, permohonan maaf atau ucapan sayang. Tapi berbeda dengan Mel. Kalau ngambek, perempuan gokil ini hanya mau ditaklukan dengan tarian. Setiap kali ngambek dia akan menyuruh aku menari ala Jacko dengan sentuhan-sentuhan khas di bagian itu loh... atau menari jaipong dengan goyangan dada yang aduhai atau menari hula-hula ala Hawaii dengan pakaian khasnya.
Kenapa mesti menari? Apakah karena De Ni jago menari? Jawabannya adalah justru karena aku tidak bisa menari sama sekali, sehingga dengan otomatis aku akan menghasilkan gerakan-gerakan tari yang kaku, aneh, ancur dan patut untuk diberikan timpukan. Nah ternyata tarian seperti inilah yang diharapkan oleh Mel, tarian yang bisa membangkitkan gelak tawanya. Tarian yang membuatnya terbahak-bahak. Mel terhibur bukan dari bagusnya tarian, namun justru dari amburadulnya tarian itu. Namun bagiku tarian itu adalah ngengat yang siap menggerogoti image dan gambar diriku yang keren, menarik, cool dan berwibawa. Tarian itu hanya akan membuat Om Deni yang macho menjadi seperti banci kaleng yang sedang kehilangan jepit rambut.
Seperti hari itu, saat Mel ngambek gara-gara aku nekat makan setoples kripik singkong, secara selama ini memang Mel mengharamkan aku untuk makan semua jenis gorengan lantaran penyakit radang tenggorokanku yang gampang kumat jika bersentuhan dengan gorengan. Waktu itu Mel marah berat dan meminta aku menari hula-hula. Ayolah sis! Jangan bayangkan aku menari dengan kemeja kerja dan baju tidur. Ini emang gokil, tapi nyata. Mel menyuruh aku menari dengan menggunakan atribut Hawaai yaitu bra, mahkota rumbai dan rok dalam. Kalau mencari bra seh gampang, secara aku sendiri kan punya banyak bra. Kalau mahkota biasanya aku buat dengan menggunakan hiasan pohon natal berbentuk rumbai yang dipotong hingga ukurannya sama dengan lingkaran kepala. Nah yang paling sulit adalah mencari rok dalam. Hm... aku nggak punya rok dalam, maka biasanya aku meminjam rok dalam Mami. Eh sebenernya bukan minjam seh tapi mengambil tanpa seijin pemiliknya. Kenapa aku nggak minta ijin ke mami? Please deh! Ini bukan masalah moral, tapi kalau seandainya mami tanya, "Buat apa?," entah jawaban apa yang bisa kuberi. Jadi pinjam secara diam-diam adalah pilihan paling tepat. Toh cuma sebentar kan?
Oke Beib semua udah lengkap. Ada Om De Ni, ada Bra, ada mahkota dan ada rok dalam. Sekarang tinggal putar musiknya dan saksikan Om menari. Seiring dengan tarian yang aku sajikan, Mel berguling-guling di kasur sambil tertawa tanda bahwa dia menikmati tarianku. Setelah beberapa menit menari tiba-tiba Mel terdiam sejenak. Aku jadi ikutan bengong. Tapi tiba-tiba dia tertawa lebih keras dari sebelumnya. Melihat Mel sangat bahagia, aku melah semakin hot menari. Pertanda baik neh, berarti ngambeknya akan cepat hilang. Namun dalam tawa Mel yang makin keras tiba-tiba aku mendengar samar-samar suara tawa asing yang ikut nimbrung. Aku terdiam, kusadari ada yang tidak beres. Ada audience ilegal yang tiba-tiba masuk ruang pertunjukan tanpa tiket. Ingin rasanya aku segera memanggil security untuk mengamankan ruang pentas. Tapi mana ada security??? Aku pasrah. Aku menengok perlahan untuk mengetahui siapa penonton yang tak bertiket itu. ASTAGA!!! Aku terbelalak bukan kepalang. MAMI??? Si Mami berdiri di belakangku sambil terus memperhatikan rok dalam coklat miliknya. Aku meremas rok itu menahan takut dan malu. Mampus deh, diomelin deh neh, aku pakai rok mami nggak bilang-bilang.
"Maaf tadi belum bilang... Pinjam Mi roknya yha, buat latihan main drama. Hehehehe..."
Si mami terdiam, keringat dingin mengucur. Mami berjalan berkeliling mengitari tubuhku sambil melihat dengan seksama dari ujung rambut hingga jempol kakiku yang seksi. Mel ikut terdiam dan tegang. Aduh gimana ini??? Aku dan Mel saling berpandang, wajah kami sungguh cemas. Suasana kamar hening saat itu. Sampai akhirnya mami berkata-kata,
"Udah lama Den?"
Aku menunduk, "Baru kali ini kok Mi, baru kali ini saya pinjam rok mami nggak bilang-bilang. Beneran deh Mi. Maaf yha Mi..."
"Nggak, mami bukan tanya soal rok. Maksudnya Mami mau tanya, kamu udah lama gila???" Pertanyaan Mami diiringi dengan tawanya yang besar. Mel yang saat itu bengong jadi ikutan tertawa. Kali ini tertawanya lebih besar dari sebelumnya. Ibu dan anak itu duduk di kasur berdampingan sambil tak putusnya menertawakan penari hula-hula, eh penari gila. Emang beneran kayak orang gila apa???
Huh!!! Mereka tertawa, dan tinggallah aku manyun sendiri dengan mahkota, bra dan rok dalam. Siallll betullll....
Kekuatiran terhadap hal-hal buruk hanya akan menekan jiwa yang mestinya gembira...














