Tampilkan postingan dengan label special day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label special day. Tampilkan semua postingan

Jumat, Maret 26, 2010

Anniversary tahun ini


Dari mana yha awalnya kenapa aku bisa jatuh cinta kepadamu??? Mungkin orang-orang yang pernah melihatmu akan bilang bahwa aku jatuh cinta kepadamu karena kamu cantik. Iya seh kamu emang cantik, dan cuma orang aneh yang bilang kamu nggak cantik. Sebagai perempuan, kecantikan kamu itu sempurna...

Tapi, kalau benar aku jatuh cinta padamu karena kamu cantik, mengapa aku butuh waktu hingga tiga tahun untuk meyakinkan diriku bahwa aku mencintaimu??? Bukankah cukup waktu 2 menit untuk cinta yang datang dari mata lalu turun ke hati? Kalau gitu berarti aku tidak jatuh cinta pada fisikmu.

Berawal dari hari itu, saat aku ditugaskan untuk membeli peralatan Sekolah Minggu, aku memilih kamu untuk menemaniku. Bukan, sekali lagi bukan karena kamu tercantik diantara teman-temanmu, tapi karena cuma kamu yang masih libur sekolah. Dan hari itu untuk pertama kalinya kita pergi berdua meski telah tiga tahun kita berteman. Mungkin... hari itulah aku jatuh cinta padamu... karena sejak hari itu aku tidak berhenti memikirkanmu, dan bukankah sejak hari itu juga kamu selalu merindukanku???

Memang semua berawal dari jauh sebelum hari itu, aku sudah mengagumi pribadimu yang sabar dan kau sudah jatuh cinta pada kharismaku, pada caraku membacakan puisi, tapi mungkin hari itu adalah moment dimana kita yakin tentang perasaan khusus yang kita miliki satu sama lain.

Mulai hari itu kan kita jadi sering membuat pertemuan-pertemuan. Kita mencari-cari alasan untuk bisa bertemu. Entah memintamu mengantarku membeli baju untuk papaku, atau menjemputmu di sekolah, atau menemanimu belajar, atau mengantarmu mencari tempat kuliah. Juga kamu yang terkadang pura-pura sakit supaya aku jenguk. Intinya kita sering bertemu, dan tidak ingin saling melepas.

Ah... masa PDKT memang masa yang paling indah. Aku jadi benar-benar ganjen. Berdandan habis-habisan. Aku selalu wangi dan motorku selalu bersih. Masa PDKT adalah masa pengorbanan gila-gilaan, kamu ingat??? bahkan aku rela membantu kakakmu mengupas berkilo-kilo kacang hingga tanganku keriput hanya agar bisa bersamamu. Duh say kalau nggak demi kamu aku nggak mau deh ngupasin kacang yang banyaknya naujubileh satu persatu. Atau kamu ingat, aku menempuh jarak puluhan kilo meter hanya untuk meminjam bukumu, semua aku lakukan hanya untuk berjumpa denganmu. Meski hanya sebentar, tapi aku rela melakukan semuanya, karena berjumpa denganmu adalah candu untukku. Halah!!!

Hingga malam itu, rasanya kita tidak bisa lagi membohongi perasaan dan bersembunyi dibawah moral dan etika. Kuberanikan diri, dua tahun lalu dalam ruang gelap tanpa setitikpun cahaya, kutanyakan padamu,
"Kamu cinta aku?"
"Iya"
kamu jawab malu-malu. Hatiku penuh dengan bunga, ada yang putih dan ada yang merah.
"Kalau gitu kita jadian yha???"
"Iya, ya udah jadian" kamu jawab dengan lebih malu-malu

Aha..... Sekarang sudah dua tahun... Nggak berasa yha??? Dua tahun bersamamu adalah dua tahun terbaik dalam hidupku. Meski badai dan cobaan datang, tapi ingin kukatakan hal yang bukan gombal bahwa aku bahagia berasamamu, lebih dari yang mereka tahu...

Happy anniversary my princess.

Senin, Maret 22, 2010

Ulang Tahunmu Kali Ini...

Entah kalimat apa lagi yang harus aku tulis untuk mengungkapkan cintaku padamu. Kalau seluruh dedaunan menjadi kertas dan lautan menjadi tinta, maka pohon-pohon tak lagi berdaun dan lautan telah habis kering. Sebab tiap detik aku memetik dedaunan itu dan menuliskan puisi cinta untukmu.

Jadi aku bingung ingin menulis apa di hari ulang tahunmu ini. Bukankah ciuman yang kuhadiahkan di keningmu semalam lebih dari jutaan puitis? Dan bukankah bait-bait doa yang kita panjatkan semalam telah mengungkapkan semua rasa cintaku kepadamu. Jadi apa yang harus aku tulis lagi, akupun tak tahu. Maka, tanyakanlah tetang rasaku pada dedaunan yang melayang ditiup angin sambil mendendangkan puisi cinta yang aku tulis dipunggungnya. Dengarkanlah dendangnya sayang:


Aku suka matamu
karena mata itu selalu memandangku sebagai manusia sempurna


Aku suka telingamu
karena telinga itu tidak pernah lelah mendengar keluh kesahku


Aku suka bibirmu

karena bibir selalu mengeluarkan pujian yang t
idak gombal, kritikan yang membangun dan doa-doa yang tulus

Aku suka tanganmu

karena tangan itu selalu mengenggamku dalam suka duka, sehat sakit, tawa tangis, kaya miskin


Aku suka tubuhmu

karena tubuh itu selalu memelukku erat demi menghantarkan kekuatan


Aku suka kakimu

karena kaki itu selalu setia melan
gkah mendampingiku kemanapun aku pergi

Aku suka kamu...
seluru
hnya...
Aku tergila-gila padamu

Padamu seutuhnya...

Untuk lebah madu-ku tersayang

Kuhadiahkan kecupan di bibirmu

Kecupan yang lebih manis dari madu


Selamat U
lang Tahun sayang...


NB:
Sumpah dan suer say, setengah mati nyari kue yang berbentuk lebah sesuai dengan arti namamu dan berwarna pink sesuai dengan warna kesukaanmu... Huh! Demi cinta... Cinta oh cinta... Beginilah cinta... deritanya tiada akhir....



Kamis, Oktober 15, 2009

Doa Hari Ini


Oleh: Melisa

Tuhan, aku bersyukur untuk cinta yang selalu ada di antara kami. Antara aku dan perempuan itu. Tak sadar kami telah melewati berbagai masalah dan cobaan hidup dalam menjalani hubungan ini.

Tuhan, aku bersyukur untuk kasih sayang yang selalu ada di antara kami. Antara aku dan perempuan itu. Tak sadar kami telah menyelesaikan banyak pertengkaran dan kesalahpahaman yang menyakitkan dalam mejalani hubungan ini.

Tuhan aku bersyukur untuk sukacita yang selalu ada di antara kami. Antara aku dan perempuan itu. Tak sadar kami telah tersenyum untuk banyak keindahan dan tertawa untuk semua kisah lucu yang terjadi dalam menjalani hubungan ini.

Tuhan, aku beryukur untuk kekuatan yang selalu ada di antara kami. Antara aku dan perempuan itu. Tak sadar kami telah melewati suka dan duka yang mewarnai hubungan kami.

Tuhan, terima kasih untuk cinta, kasih sayang, sukacita dan kekuatan. Sehingga hari ini aku masih bisa merayakan hari ulang tahun orang yang sangat aku cintai. Ulang tahun perempuan yang disebut sebagai kekasihku.

Tidak hanya hati yang akan kuberikan untuknya, tapi juga seluruh hidupku!

Happy Birthday Honey
Jesus and i will always love you!!!

Kamis, September 03, 2009

Gempar Gempa


Siang itu aku ngantuk berat akibat kurang tidur. Selasa malam Mel sakit, jadi aku manja-manjain dia sampai larut malam. Kantor juga sepi banget, semua karyawan pada asik dengan komputernya masing-masing. Kecuali Tommy, temen kantorku yang paling gendut. Sudah beberapa kali lelaki itu bolak-balik ke ruanganku resah. "Aduh Den laper neh gue. Ada apa nggak gitu? biasanya lo bawa makanan."

"Mel lagi sakit, jadi hari ini gue nggak bawa makanan apa-apa. Lagian elo mah, asal dapat kerjaan dikit langsung lapar. Udah kelarin noh tumpukan uangnya. Ntar gue rampok loh!"

Tommy balik ke ruangannya lemas, nggak lama dia teriak, "Den, gue mau pesan Indomie. Lo mau nggak?"

"Gue lagi puasa. Hahahahaha."

"Ajegile lo puasa. Serius neh, kalau mau gue bayarin tapi nggak pake telor yha. Mahal!!!"

"Idiiiih dasar medit. Nggak ah..."

Tommy lanjut menyelesaikan tugasnya menaruh tumpukan uang ke beberapa amplof untuk dibagikan kepada para penulis jurnal. Nggak lama seorang perempuan datang dengan semangkuk mie goreng. Dan seperti biasa, Tommy langsung ngomel, "Kok lama banget seh Mbak? Saya udah laper neh! Kalau saya kurus gimana? Loh Kok nggak pake bawang goreng?"
"Ini bukannya saya udah kasih bawang goreng mas?"
"Iya kok dikit?"
"Dikit bukan berarti nggak ada kan?"
"Iya iya, bisa ditambah nggak bawang gorengnya?"
"Ya udah mangkoknya saya bawa lagi yha."
"Yaaaaaah. Udah deh nggak usah, saya udah laper."

Perempuan itu langsung pergi, kayaknya dia jengkel banget sama ulah si Tommy. Melewati ruanganku, perempuan itu sempet melirik dan bergumam pelan, "Bawel" sambil nunjuk ruangan si Tommy.

Aku nyahut pelan, "Embeeeerrr."

Baru saja perempuan itu berlalu, tiba-tiba ruang kerjaku terguncang. Awalnya aku kira itu ulah Tommy yang kebetulan emang sering loncat kesana kemari. Tapi ternyata guncangannya makin hebat. Si Tommy yang emang orangnya suka rada lebay, langsung teriak ke sekenceng-kencengnya, "TOLOOOOOOOONG!!! GEMPA!!! SEMBUNYI DI KOLONG MEJA!!!" Aku jadi ikutan panik dan pengen ikut sembunyi di kolong meja, tapi karena ruanganku berantakan dan amburadul, kolong mejaku penuh sesak dengan tumpukan dus, jadi hanya kepalaku aja yang bisa masuk ke kolong meja.

Si Tommy yang ngusulin sembunyi di bawah kolong meja malah kabur duluan. Sebelum turun dia sempet-sempetnya teriak, "DEN KALAU CUMA KEPALA LO DOANG YANG MASUK KOLONG MEJA, LO BISA TETEP MATI. DASAR OON. TURUNNNN TURUN SEMUAAAAA." (Hikh dasar congor lo Tom!!! Seluruh kantor jadi tahu deh kalau panik aku suka jadi OON).

Semua kacau deh, kak Santi salah satu teman kantorku jadi ikutan panik, dia langsung teriak "TAS MASUKIN KE DOMPET!!! TAS MASUKIN KE DOMPET." Padahal kan yang benar "Dompet masukin ke tas" Hehehehehe.

Pokoknya orang sekantor pada panik dan ngelakuin hal-hal yang nggak jelas. Mereka berebutan turun tangga. Aku juga ikutan lari, yang aku bawa saat itu hanya HP, secara yang ada di otakku cuma pengen menelepon Mel, keluarga dan temen-temen. Aku pusing dan limbung sampe-sampe nyusruk ke tembok.

Pas mau turun tangga aku baru sadar kalau aku mesti balik untuk mengambil tas secara banyak dokumen penting dalam tas itu. So, dengan tertatih Aku balik lagi ke ruanganku. Sesampainya kembali di ruangan, gempa sudah mulai reda, meski masih ada sedikit getaran. Tapi aku tetep kekeh mau turun karena takut ada gempa susulan. Pas mau turun lagi, niat itu aku batalkan saat melihat Mbak Tina, teman sekantorku yang lagi hamil tua cuma duduk diam sambil nangis. Aku menghampirinya, "Tenang Mbak. Jangan nangis. Ayo kita turun."

"Kaki Mbak lemas Den. Nggak bisa jalan."

"Ya udah ke ruanganku aja, di sini banyak kaca. Ngerri."

Aku menuntun Mbak Tina pelan. Aduh jujur aku pengen banget keluar dari gedung ini, tapi nggak mungkin aku tinggalin Mbak Tina sendirian. Aku tegang, meski akhirnya aku bisa menarik nafas panjang saat mendengar anak-anak disain masih kasak kusuk di ruangannya, berarti kami nggak sendiri. "Gedung ini kuat nahan gempa nggak seh?" Aku teriak kepada anak-anak disain.

"Tenang Den, ada Tuhan Yesus. Imannuel, Tuhan beserta kita."

Aku jadi tambah lega meski perutku terasa mual sekali. Kuambilkan segelas air hangat untuk mbak Tina. Aku langsung menelepon Mel dan memastikan dia baik-baik saja, memberi tahu teman chatku tentang terjadinya gempa ini. Lalu menghubungi Jo untuk memastikan dia juga dalam keadaan baik.

Mbak Tina masih gemetaran saat deringan HP berbunyi dari ruangan Tommy. Kulongok ruangnya. Semua barang-barangnya masih lengkap di mejanya. HP, laptop, tas, meski puluhan lembar uang seratus ribuan bercecer di lantai. Entah uang-uang itu tercecer karena gempa atau karena kepanikan Tommy yang akhirnya membuat dia nabrak sana sini.

"Si Tommy sakin paniknya keluar nggak bawa apa-apa loh mbak. Aku jadi malu sama dia. Aku masih bawa barang tadi."

Mbak Tina tersenyum. Aku melongok ke jendela. Di parkiran kulihat puluhan teman-temanku beserta para boss sudah berkumpul di sana. Tak sulit untuk menemukan Tommy yang tambun di antara kumpulan orang. Astaga... Si Tommy itu malu-maluin deh!!! Untung nggak ada stasiun TV yang meliput kantor kami saat kejadian gempa itu. Kalau ampe ada yang meliput, bisa rusak image kantorku di hadapan seantero Indonesia.

"Mbak Tina, liat deh apa yang diselamatkan si Tommy."

Mbak Tina ikut ngelongok ke jendela. Sepontan kami tertawa terbahak-bahak. Ayo tebak, apa yang Tommy selamatkan? Si Tommy itu hanya menyelamatkan semangkok mie goreng yang barusan dia pesan. Yang lebih geblek lagi, di parkiran dia malah mondar mandir kebingungan sambil terus menyuap mie ke dalam mulutnya sampai mienya habis.

"Tommy emang rada-rada kali yha mbak, orang panik gini dia masih sempet-sempetnya ngabisin mie."

"Otaknya nggak jauh-jauh dari makan. Hahhahaha" kami ketawa lagi

"Sekarang masih lemes Mbak?"

"Nggak. Thanks yha Den. Tuhan emang baik, Dia kirim Tommy untuk bikin kita jadi nggak tegang lagi. Heheheheh. O iya Den, tadi pas turun kamu bawa apa?"

"HP, kenapa Mbak?"

"Hm... Saat panik orang akan membawa hal yang dianggapnya sangat penting. Dan menurut Mbak, yang terpenting dalam hidupmu adalah keluarga dan sahabat, makanya kamu bawa HP untuk hubungi mereka. Betul nggak?"

"Amin."

Aku kembali menatap keluar jendela. Si Tommy masih nenteng mangkok mie kesana kemari sambil mewawancarai beberapa orang. Aku menarik nafas panjang... Semoga semua keluarga, teman dan sahabatku dalam keadaaan baik.

Selasa, Agustus 18, 2009

Hari Kemerdekaan: Berbagai Perlombaan dan Maknanya


Hari kemerdekaan Indonesia biasanya dirayakan dengan serangkaian perlombaan. Kemarin aku dan Mel juga mengadakan serangkaian perlombaan untuk anak-anak. Mereka bergembira, bersemangat dan bersukaria. Tahukah kamu bahwa ternyata perlombaan-perlombaan yang biasa diselenggarakan ternyata memiliki makna?

Apa maknanya? Dari hasil perenungan aku dan Mel di pinggir kali Ciliwung sambil rebutan makan combro, maka didapat kesimpulan bahwa:

Lomba makan kerupuk adalah lambang perjuangan untuk menggigit, merebut dan menghabiskan. Kerupuk diibaratkan sebagai tantangan hidup yang harus kita lawan dan taklukan. Sehebat apa pun kerupuk bergoyang pada talinya, tapi agar bisa disebut sebagai juara, mulut kita harus bisa mendapatkan dan memakannya hingga habis. Sama dengan hidup ini, sehebat apa pun masalah dan ringtangan yang menghadang langkah kita, jangan pernah lari dari masalah, hadapi, kalahkan dan telan agar segala rintangan mampu kita taklukan. Dan saat kita mampu menaklukan rintangan, maka kita disebut sebagai pemenang. So, taklukanlah!

Lomba tarik tambang adalah lambang perjuangan untuk menyatukan hati, menggalang kekuatan, dan mempertahankan posisi. Dalam hidup ini, tidak ada manusia yang mampu berdiri sendiri. Manusia adalah lemah. Dan dalam kelemahan manusia butuh sesama yang mampu menopang dan memberi kekuatan sehingga manusia mampu bertahan pada posisinya semula. Maksudnya, mereka tidak menjadi jatuh, ambruk dan amburadul karena ada sahabat-sahabat sejati yang senantiasa menjadi penopang, penasehat dan penolong. So, bersahabatlah!

Lomba panjat pinang adalah lambang perjuangan untuk bahu-membahu membuat formasi untuk mengapai hadiah yang digantung di tempat tinggi. Orang yang berhasil adalah orang yang memiliki cita-cita sebab cita-cita akan menjadi motivator kuat yang akan mendorong manusia berjuang mencapai keberhasilan. Hadiah-hadiah yang menggantung di puncak tiang pinang adalah ibarat sebuah cita-cita yang perlu kita gapai. Memang tidak mudah, licin dan penuh rintangan. Tapi dengan membangun relasi yang baik dengan sesama, berteman dengan orang-orang yang membangun, menolong dan menopang (bukan berteman dengan orang-orang yang menjerumuskan kita pada kejahatan) akan membuat langkah kita menjadi lebih mudah untuk menggapai cita-cita. So, gapailah!

Lomba joget balon adalah lambang perjuangan untuk tetap menghibur penonton meski kita sendiri tengah susah payah berjuang mempertahankan balon agar tidak terjatuh. Ini adalah pekerjaan sulit ketika kita mesti harus menjadi penghibur bagi sesama, padahal kita sendiri sedang menghadapi masalah dan butuh dihibur. Memang sulit, tapi kalau kita mampu menjadi "pejoget balon" sejati, maka kita adalah orang yang benar-benar hebat. Ingat, seseorang yang hebat adalah orang yang mampu membuat orang lain tertawa, meski sebenarnya dia sedang menangis. Membuat orang lain bahagia adalah sebuah ibadah. Jangan pernah tunjukan kesedihanmu jika itu akan membuat dunia di sekelilingmu menjadi bersedih. Bawalah kebahagiaan senantiasa sehingga dunia di sekelilingmu akan bersuka karena kehadiranmu. So, bergembiralah!

Lomba masukan pensil dalam botol adalah lambang perjuangan untuk fokus pada lobang. Ini neh yang aku nggak demen, kalau ngomong lobang langsung deh tuh mata pada melotot. Maksudnya lobang yang di botol itu loh. Nah, kalau kamu mau hidupmu sukses, kamu mesti fokus dengan apa yang kamu kerjakan. Fokus juga berarti ketekunan. Tidak ada orang yang berhasil kalau hidupnya tidak difokuskan kepada goal yang ingin dicapai. Jadi walaupun terjadi gluduk, gempa, sakit hati, putus cinta. Kita mseti tetap semangat mencapai tujuan. Jangan biarkan patah hati membuatmu menjadi patah arang, tidak mau kuliah, berenti kerja, nggak mau makan dan sulit buang air besar. Hidup harus berjalan. Fokuskan pikiranmu pada tujuan. So, fokuslah!

Lomba balap karung adalah lambang perjuangan untuk semangat mencapai garis akhir dengan sekuat tenaga, meski berkali-kali jatuh tapi akan bangkit lagi. Manusia yang gagal adalah manusia yang tidak mau bangkit dari kegagalan. Gagal dan berhasil adalah masalah biasa, hanya saja bagaimana kita melewati serangkaian kegagalan dengan tekat dan semangat untuk berhasil? Seperti pembalap karung, saat mereka terjatuh mereka akan bangkit lagi dan melompat hingga ke garis finish. Mungkin saat ini kamu gagal, tapi jangan berhenti. Bangkit, semangat dan gapai garis finish. Tunjukkanlah bahwa kamu bisa, tidak peduli jadi juara atau tidak yang jelas gapai garis finish itu sebab dunia yang kejam ini akan menjadi jinak kepada orang-orang yang mampu menaklukannya, kepada orang-orang yang pantang menyerah. So, bangkitlah!

Lomba membawa kelereng dengan sendok adalah lambang perjuangan untuk menjaga agar kelereng yang dimiliki tidak jatuh. Nah kalau boleh aku tarik maknanya pada dunia lesbian kita, maka dapat aku umpamakan kelereng sebagai parner, dan sendok adalah cinta dan kasih sayang kita. Kita yang perlu menjaga partner agar tidak keluar dari cinta dan kasih sayang kita. Rintangan dan godaan buat selingkuh dan berpaling memang besar. Sebab percintaan seperti kelereng yang menggeliat di ujung sendok, siap jatuh kapan pun mereka mau. Tapi ketenangan, kesetiaan dan kesabaran akan membuat kita mampu mempertahankan partner hingga ke garis finish. So, pertahankanlah!

Hehehe, itulah berbagai perlombaan dan maknanya menurut versi De Ni dan Mel. Bagaimana menurut versi kamu???

Jumat, Maret 27, 2009

Our Anniversary


Setahun yang lalu. Saat malam penuh bintang, aku menyatakan cinta kepada perempuanku. Malu, ragu tapi aku memberanikan diri untuk mencoba dengan memegang sebuah keyakinan bahwa ia mencintaiku juga.

Setahun yang lalu. Saat malam penuh bintang, jujanjikan kebahagiaan kepadanya. Aku ingin menjaganya senantiasa, membuatnya selalu tersenyum, menghantarkannya selalu kepada kebahagiaan, membawanya selalu kepada kedamaian.

Tapi aku ingkar, perempuanku mulai mengenal air mata dan kesedihan sejak tangan lembutmu menyambut cintaku. Entah berapa banyak air mata yang ia telah habiskan untuk mempertahankan hubungan kami. Entah seberapa sering kami terjebak dalam kerapuhan. Aku ingkar.

Beberapa minggu menjelang anniversary, kami berada di puncak kesedihan, di ujung kegalauan. Tuhan memperkenalkan kami kepada rasa sakit bercinta dan rasa takut kehilangan. Setiap malam kami saling mengucapkan cinta satu sama lain berkali-kali, seakan takut jika hari esok datang, kami tiba-tiba membisu. Setiap malam kami selalu berpelukan seerat mungkin seakan takut pedang kesucian memisahkan ketika kami tertidur.

Kemarin aku dan Mel berada di sebuah danau. Kami naik perahu bebek, lalu makan ikan bakar di pinggiran danau. Cahaya lilin di meja makan redup, angin bertiup kencang dan hujan deras terjun ke bumi. Kami saling berpegangan tangan. Kulihat ada butir air mata di wajahnya.

"Ini ulang tahun kita yang pertama. Honey, aku selalu ingin suasana ini, aku ingin merayakan ulang tahun kita untuk yang ke-2, 3, 4, 5 bahkan sampai ke-100. Aku nggak ingin semua berakhir."

Aku tersenyum melihat wajah sedih kekasihku. "Aku pernah menjanjikanmu sejuta kebahagiaan. Maafin yha, kalau aku cuma bisa bawa kamu menangis terus."

"Aku nggak pernah menyesal untuk setiap hal yang udah kita jalanin. Aku bahagia. Say lihat deh, Tuhan udah memberikan kebahagian buat aku dengan mengajari kita banyak hal. Semua yang sudah aku lewati bersamamu membuat aku mengerti, bahwa kamu orang yang sangat berarti buat aku. Aku bahagia jadi perempuan kamu." Mel menggenggam tanganku yakin.

Hujan deras berganti menjadi gerimis. Kami berlari kecil dari tempat makan menuju parkiran. Kekasihku basah, aku juga. Malam itu sungguh gelap, aku memeluknya erat. Suasana hangat seperti tahun lalu, kuulang kembali kenangan itu dengan menatapnya lembut dan mengucapkan kata-kata itu lagi.

"Aku cinta kamu."
"Iya. Aku juga cinta kamu."
"Kita jadian aja yha?!"
"Kan udah! Udah setahun! Dasar pikun. Gini neh susahnya pacaran ma tua bangka."
"Kurang ajar!!! Kamu pikir usia aku berapa??? Dasar anak ingusan!!!"

Kami berkejaran. Aku menarik tangannya, memutar tubuhnya, memeluknya dan menggendongnya mengitari lapangan parkir. Seorang tukang parkir, bulan, bintang, angin, rintik hujan, lampu remang dan pohon-pohon palem ikut cekikikan bersama dengan kami.

Selasa, Maret 24, 2009

Kau Berulang Tahun, Aku Bahagia!!!


Mel, kekasihku, untukmu kupersembahkan matahari yang memberikan kehangatan. Untukmu, kupersembahkan burung yang tak pernah lelah bernyanyi. Untukmu kupersembahkan langit yang tidak pernah mendung. Untukmu, kupersembahkan malam yang tak pernah datang tanpa bintangnya. Untukmu, kupersembahkan kata puitis yang tiada pernah habis. Untukmu kupersembahkan hari-hari baik yang akan senada dengan bertambahnya usiamu. Untukmu, kupersembahkan hubungan yang penuh kualitas dan makna. Untukmu, kupersembahkan kebahagiaan yang akan senantiasa datang dalam setiap sedihmu. Untukmu, kupersembahkan hidupku yang rela memegang erat tanganmu dalam suka dan duka, dalam tawa dan tangis, dalam ramah dan marah, dalam kuat dan rapuh, dalam kenyang dan lapar, dalam damai dan ricuh.

Kamu tahu mengapa? karena kamu adalah perempuan terindah dalam hidupku. Memilikimu sama dengan membawa dunia berada dalam genggamanku. Kau warnai hariku dengan cinta. Kau iringi langkahku dengan sayang. Kau sirami hatiku dengan kasih. Sehingga kemana pun aku pergi, aku merasa tenang, karena aku memilikimu.

Hari ini, kubawa setiap kisah kita menjadi sebuah kue tart manis. Kubawa kedamaian kita menjadi nyala lilin kecil. Kubawa janji kita menjadi semangkuk mie. Dan kubawa senyumku, senyum yang selalu kau suka, senyum sebagai tanda bahwa aku adalah manusia yang paling bahagia, senyum itu akan menjadi sebuah kado terbaik untukmu.
Sebab seperti permintaanmu malam itu,
"Sayang, ulang tahun kali ini, kamu mau kado apa?"
"Aku ingin orang yang aku cintai bahagia. Aku ingin kamu bahagia."

Maka untuk perempuan terbaik, kuhadiahkan kebahagiaanku. Lihat di wajah dan senyumku, bukankah kamu menemukan wajah bahagia manusia karena memiliki perempuan terindah sepertimu?


Selamat Ulang Tahun sayang!!!
Aku terharu mendengar apa yang kau minta pada ulang tahunmu kali ini.
Karenamu, maka kusebut diriku sebagai manusia paling bahagia di bumi.

Selasa, Desember 30, 2008

Kado Buat Yesus


Marilah kita bercerita tentang Natal 2000 tahun silam. Hari di mana Yesus lahir. Bukan di sebuah tempat mewah, penuh hiasan meriah, kado-kado besar dan makanan-makanan yang lezat. Pada natal itu Yesus lahir dalam kesederhanaan, hanya dibungkus kain, diletakan di sebuah palungan dalam kandang domba yang dipandangan hina oleh manusia.

Dan marilah kita bercerita tentang Natal tahun ini. Di mana Yesus berulang tahun. Perayaan bukan dilakukan di sebuah kandang dengan tamu-tamu yang duduk di atas palungan tanpa disuguhi makanan. Pada Natal tahun ini, perayaan dilakukan di gedung-gedung mewah, ada pohon natal besar menjulang dengan hiasan bola-bola dan lampu kerlap kerlip. Ada hadiah-hadiah istimewa yang dibagikan. Ada daging rendang, ayam goreng, capcay, ikan bakar, puding, acar, minuman dan buah.

Tidak, tidak aku bukan bermaksud menolak perayaan Natal yang dilakukan secara istimewa. Aku pun menikmati hiasan pohon Natal, aku juga menerima pemberian kado Natal dari para karib dan tentunya aku senang berada di tengah meja panjang berisi makanan-makanan yang tersaji secara prasmanan.

Tapi, aku cuma tidak mau natal lewat begitu saja dari tahun ke tahun. Aku tak mau kita mengenal natal hanya sebatas pada pohon cemara dengan hiasan-hiasannya, kado-kado besar dan makanan. Aku ingin kita mengalami Natal yang berbeda tahun ini.

Oleh karena itu, mari kita menengok 2000 tahun silam. Sadarilah, Natal adalah sebuah pengorbanan dalam kesederhanaan. Pengorbanan Yesus, Tuhan yang rela menjadi manusia, pengorbanan Maria perawan suci yang rela mengandung sebelum masa pernikahannya, pengorbanan Yusuf yang rela menikahi perempuan yang tengah mengandung namun bukan dari benihnya dan pengorbanan para Majus yang rela datang dari Timur untuk memberi persembahan bagi bayi Yesus. Dan semua pengorbanan itu dilakukan dalam kesederhanaan.

Juga mari kita melongok natal tahun ini, Natal adalah hari ulang tahun Yesus. Sadarilah, sepatutnya Yesuslah yang menerima kado ulang tahun dari kita, bukan kita yang menerima kado dari sesama.

Iya, iya aku tahu, kita menerima kado tanpa diharapkan. Kado itu datang karena ada banyak orang yang simpatik pada kita. Aku pun menerimanya dengan senang hati dan tidak membuangnya ke dalam tong sampah. Tapi mari mendekat kepadaku, mari aku bisikan sesuatu, "Ayo, buat natal tahun ini berbeda dengan memberi kado ulang tahun buat Yesus."

Stttt, stop. Jangan keburu nafsu pergi ke Carrefour lalu belanja kaos dan celana untuk di kadokan kepada Yesus. Please deh, Yesus nggak butuh kaos dan celana jeans. Juga jangan kasih komputer atau laptop, Yesus juga nggak perlu itu, mending laptopnya dikasih ke mas Tukul atau ke koko De Ni hehehehehehe. Sini-sini aku kasih tahu. Coba tengok kanan kiri. Aduh... bukan! bukan! bukan cewek seksi yang pake rok mini dan kaos pink ketat yang lagi duduk di pinggir jalan itu loh. Aduh please dong, fokus githu loh. Itu loh yang di sana, nah! anak-anak yatim piatu itu, orang-orang yang kelaparan itu, janda-janda dan orang-orang miskin itu loh. Nah mereka adalah wakilnya Tuhan. Kalau mau kasih kado ulang tahun buat Yesus, kasihlah kepada mereka. Karena ketika kita memberi kado natal kepada mereka, kita sedang memberi kado ulang tahun kepada Yesus. Jadi buruan kasih kado buat Yesus, soalnya merayakan ulang tahun Yesus tanpa memberi kado, kan jadi gimana githu loh! iya nggak seh?


Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Matius 25:40