Sabtu, Maret 06, 2010

Siapakah Kamu Hai Perempuan?


Siapakah kamu hai perempuan? Harum tubuhmu adalah pesona yang membunuh. Aku mengigil merindumu. Tawamu adalah matahari yang menyengat dan senyummu adalah salju yang lumer di padang gersang.

Siapakah kamu hai perempuan? Penjaga malam yang setia. Bulan kawalmu untuk membelai lembut keningku. Mengapa kau terjaga pada malam gelap sayang? Tidakkah matamu mengantuk? Untuk menjagakukah? Ah... Tak perlu... sebab cintamu telah memagariku.

Siapakah kamu hai perempuan? Pemiliki bola mata coklat yang lembut memandangku. Semalam matamu memberitahuku betapa berharganya aku bagimu. Tak perlu kau berucap, sebab seluruh isi hatimu telah kuketahui.

Siapakah kamu hai perempuan? Kakiku kau ciumi dengan cinta. Ada kopi dan roti di pagi hari. Ada tongkol goreng dan tumis buncis di siang hari. Ada telor balado dan ayam goreng di malam hari. Ada cinta dan gairah di tengah malam.

Siapakah kamu hai perempuan? Tergila-gila ku memujamu. Jatuh cinta pada lekuk tubuhmu, pada lentik jarimu, dan pada halus kulitmu. Rengkuhlah aku dalam sujud pemujaan. Belailah rambutku dengan sayang.

Siapakah kamu hai perempuan? Kamu... kekasihku...

10 komentar:

  1. De Ni, aku contek ya kata2mu
    aku lagi latihan merayu nih
    gak pake bayar kaan?

    -tweet

    BalasHapus
  2. @Tweet, boleh. Taopi tahu nomer rekening BCA-ku kan? Huhahahahaha

    @ Anonim, Thanks Sis! Welcome!

    BalasHapus
  3. belum Den, kenapa? mau jadi salah satu yang 'beruntung' dialiri 'duit panas' ?
    =P

    -tweet

    BalasHapus
  4. Awww....klepek2 dah Mel baca ini ^^

    BalasHapus
  5. @ Tweet, nggak deh!!! Api neraka lebih panas dari uang panas. huhahahahaha
    @ Jill, hahaha, habis kelepek2 dia mengap-mengap... terus pinsan....

    BalasHapus
  6. @Jill, terang aja klepek2, ampe mengap-mengap setelah deni mengeluarkan gas alam :p

    BalasHapus
  7. @Mel, haiyaaaaaaaaa.... Jangan buka2 kartu dunk beib

    BalasHapus
  8. Haiiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...........cincai lha............

    BalasHapus
  9. mmmmmmmm....sampai kapan semua ini bertahan...??

    BalasHapus