Selasa, Agustus 25, 2009

Selama Kau Besertaku, Ku Melihat Ada Mujizat Setiap Hari


Kami berhadapan, malam itu terasa begitu kelu. Keremangan yang tercipta dari lampu tidur tetap memampukanku melihat matanya yang berkaca.

"Kenapa kamu bohongin aku? Kenapa kamu baru cerita sekarang?" Aku hanya menunduk saat jutaan pertanyaan dihantamkan Mel kapadaku. Matanya penuh kepedihan dan amarah. "Hon jawab! Kamu pikir aku ini siapa? Aku bukan orang penting yang perlu tahu tentang semua masalah kamu? Kenapa aku harus tahu dari orang lain?"

"Aku cuma nggak mau menambah beban pikiran kamu."

"Beban pikiran apa? Hon justru beberapa minggu ini pikiranku terbebani oleh berbagai pertanyaan ada apa dengan kamu. Aku orang yang paling dekat dengan kamu. Tentu aku tahu kalau beberapa minggu ini kamu gelisah. Aku juga tahu kalau hampir tiap malam kamu terbangun hanya untuk berdoa dan menangis."

"Maaf yah, sekarang aku memang udah nggak berguna. Kamu boleh tinggalin aku."

"Gimana caranya? Ajari aku caranya Hon. Selama bersama kamu, kamu sudah ajarin aku banyak hal. Kamu ajarin aku bagaimana mencintai dengan tulus, bagaimana menjaga kesetiaan dan memberikan kejutan-kejutan romantis. Tapi kamu nggak pernah ajarin aku gimana caranya untuk meninggalkan kekasih saat ia menghadapi masalah, karena selama ini kamu selalu ada buat aku dalam suka dan duka. Jadi aku nggak bisa melakukannya."

"Tapi sekarang aku bukan siapa-siapa dan nggak punya apa-apa buat kamu."

"Aku cinta kamu bukan karena aku melihat siapa kamu, tapi karena aku melihat siapa aku saat bersama kamu. Cuma kamu orang yang membuat aku merasa berharga Hon."
Aku memeluk Mel erat. Air matanya membasahi punggungku.

Tetesan air ikut meleleh dari mataku, "Thanks Beib. Thanks buat kesetiaan kamu."

Tangan lembutnya memegang kedua pipiku, ia menatapku berkali-kali, "Aku cinta kamu Honey. Pegang dan jadikan itu sebagai kekuatan untuk kamu hadapi semua masalah ini."

Sepuluh kali dalam sehari Mel mengucapkan kata cintanya. Hari itu tujuh belas bulan kamu berpacaran, itu berarti sudah lebih dari lima ribu kali telingaku mendengar ucapan cintanya. Tapi malam itu, kata cinta diucapkan dengan cara yang berbeda. Kata cintanya dikumandangkan dalam sebuah kesejatian yang mampu membuatnya menerimaku apa adanya. Malam itu, cintanya sangat menyejukkan hatiku dan memberi kekuatan pada jiwaku yang telah berlama lemah.

"Hon, hanya orang-orang yang dipandangan-Nya kuat yang akan diberikan cobaan berat. Semua untuk mengangangkat dan memurnikan iman kita. Seperti katamu, Tuhan tidak pernah jahat karena Tuhan tidak pernah bisa berbuat jahat. Sabar ya. Kita hadapi bersama." Mel menarik tanganku dan membawanya dalam lipatan tangannya.

Kami berdoa dalam malam yang hening itu. Hatiku meresapi segurat rasa damai, syukur, pasrah dan berserah. Sebait lagu bergema di hatiku.

Tiada berubah kuasa namaMu
Tiada berkesudahan kasih setiaMu
Pabila Tuhan sudah berfirman
Maka semuanya jadi

Selama kumenyembahMu
Kupercaya bahwa mukjizat masih terjadi
Selama Kau besertaku
Ku melihat ada mukjizat setiap hari


Tuhan, malam itu aku telah melihat mujizat-Mu dalam diri kekasihku. Terima kasih karena telah menganugerahkannya kepadaku.

7 komentar:

  1. Hehehe, gebukin aja si De Ni kalo lain kali dia ngumpetin masalahnya dari kamu, Mel :p

    BalasHapus
  2. Hahahaha....minta bantuan Jo aja, Mel, bwt gebukin De Ni, biar lebih mantapp!


    Yang sabar ya, Den
    Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hambaNya kok ^_*

    BalasHapus
  3. kalo lain kali deni punya masalah, bawa aja konsultas ke ruang sos sama doket jo atau mbah dukun yg praktek disana hehehhe

    BalasHapus
  4. Sabar yah kak De Ni...
    Aku yakin kakak pasti kuat,karena aku juga selalu yakin kak' Mel akan selalu menguatkan kakak,dengan kesetiaan dan ketulusan cintanya.

    Untuk kesekian kalinya aku tersentuh,dengan tulisan kakak.

    Jangan berhenti tersenyum yah kak' De Ni dan Kak' Mel...

    BalasHapus
  5. Bukankah lebih baik jujur terhadap pasangan?
    Ia tulus mencintai kita..
    Ia ada untuk kita, menemani kita saat kita rapuh, dan membantu kita berdiri dengan tegak kembali..
    Semangat ya!!

    BalasHapus
  6. @ Jo, Jangan bikin gue tambah bonyok, Hikh hikh hikh
    @ Jill, Aminnnnn tapi kok lo juga kok tega bangeetttt mau gebukin gue jill Hikh hikh hikh
    @ Arinie, minta bantuan dokter Jo gitu???? Ngaco kayaknya dia mah Mbak.
    @ Babby, Iya adik manis.... Thanks yha...
    @ Ephiey, Lain kali nggak berani boong deh. Abis akibatnya di keroyok Mel, jo dan Jill

    BalasHapus
  7. Kapan lg ada kesempatan gebukin lo, Den...Wakakaka

    Kami cm sukarelawan aj kok, biar tambah mantap hihihi

    BalasHapus